Menjembatani penelitian dan advokasi dalam komunikasi energi terbarukan
Transisi energi Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar perubahan kebijakan—ia memerlukan gerakan yang didorong oleh masyarakat. Tara dan C4C memberdayakan mitra kunci untuk mengubah kesadaran publik menjadi aksi dan mempercepat peralihan ke energi terbarukan.
Indonesia berada di persimpangan jalan dalam transisi energi. Meskipun energi terbarukan memegang kunci menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, adopsinya masih lambat. Tekanan publik dapat menjadi pengubah keadaan—mendorong para pembuat kebijakan dan industri untuk mempercepat peralihan tersebut—namun sejauh ini, kampanye untuk membangun momentum publik tersebut masih belum strategis.

Menyadari kesenjangan ini, Tara bertekad meningkatkan penggunaan energi terbarukan di Indonesia, tidak hanya melalui advokasi kebijakan, tetapi juga dengan menggalang dukungan publik. Untuk mewujudkannya, C4C memfasilitasi perjalanan belajar bagi mitra-mitra Tara, membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berinteraksi secara efektif dengan masyarakat. Dengan memperkuat kapasitas mereka, kami ingin mengubah kesadaran menjadi aksi—memastikan bahwa transisi Indonesia ke energi terbarukan bukan sekadar target kebijakan, tetapi sebuah gerakan yang didukung oleh rakyat.

Memperkuat OMS untuk mendorong dukungan publik terhadap energi terbarukan

Untuk menjadikan keterlibatan publik sebagai pendorong kuat dalam transisi energi terbarukan di Indonesia, C4C bermitra dengan Tara untuk memperkuat keterampilan komunikasi dan advokasi organisasi-organisasi kunci. Kolaborasi ini berfokus pada tiga aspek utama: pelatihan, pendampingan kelembagaan, dan riset.

Sesi pelatihan untuk membangun keterampilan komunikasi strategis

Keterlibatan publik yang efektif tidak sekadar menyebarkan informasi—tetapi juga membutuhkan storytelling yang kuat, pesan yang persuasif, dan penyampaian yang berdampak. Kami membantu mitra Tara mengasah keterampilan komunikasi mereka melalui serangkaian sesi pelatihan:

  • Kampanye Digital untuk Mendorong Perubahan Sosial
Para peserta belajar merancang kampanye digital yang strategis dan kreatif agar selaras dengan publik, membantu meningkatkan kesadaran, serta menggalang dukungan untuk energi terbarukan.

  • Cerita Perubahan
Kami mendampingi peserta dalam merancang narasi yang kuat untuk menyoroti dampak nyata dari pekerjaan mereka, sehingga pesan yang disampaikan tidak hanya informatif, tetapi juga menginspirasi aksi kolektif.

  • Presentasi yang Berdampak
Dari pembuat kebijakan hingga masyarakat, komunikasi yang efektif bergantung pada cara penyampaian. Kami melatih peserta agar dapat menyampaikan pesan dengan jelas, percaya diri, dan penuh strategi.

Memperkuat komunikasi OMS melalui pendampingan kelembagaan

Untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan, komunikasi kelembagaan yang kuat sama pentingnya dengan keterampilan individu. Kami bekerja sama secara intensif dengan dua mitra utama Tara—IESR (Institute for Essential Services Reform) dan CPI (Climate Policy Initiative)—untuk meningkatkan strategi komunikasi mereka melalui:

  • Audit terhadap aktivitas komunikasi yang sudah berjalan untuk mengidentifikasi kekuatan serta area yang perlu diperbaiki.
  • Rekomendasi untuk menyempurnakan pesan, strategi jangkauan, dan taktik keterlibatan.
  • Sesi konsultasi dan pendampingan untuk memberikan dukungan berkelanjutan dalam menerapkan perbaikan yang direkomendasikan.

Memahami persepsi publik melalui riset baseline

Strategi komunikasi yang kuat harus berbasis data. Untuk memastikan mitra Tara dapat menjangkau audiens yang tepat dengan pesan yang relevan, kami melakukan studi metode campuran untuk mengeksplorasi bagaimana masyarakat urban Indonesia berusia 15–39 tahun memandang energi terbarukan. Temuan ini menjadi dasar dalam merancang strategi komunikasi berbasis data, sehingga pesan yang disampaikan selaras dengan sikap dan motivasi publik.

Proyek ini memberikan wawasan berharga tentang keterlibatan publik dalam transisi energi terbarukan di Indonesia

Melalui pelatihan, pendampingan, dan riset, kami mengidentifikasi pelajaran penting yang dapat membantu merancang upaya komunikasi dan advokasi yang lebih efektif.

Kita perlu menjembatani kesenjangan antara riset dan keterlibatan publik

Riset dan diskusi kebijakan sering kali sulit diakses oleh masyarakat luas. Untuk mendorong keterlibatan yang bermakna, organisasi harus menerjemahkan riset yang kompleks ke dalam format yang jelas, relevan, dan menarik—sehingga wawasan teknis dapat dipahami baik oleh pembuat kebijakan maupun masyarakat umum.

Kita memerlukan strategi komunikasi yang disesuaikan untuk setiap audiens

Pesan yang seragam untuk semua audiens tidak efektif. Setiap pemangku kepentingan membutuhkan tingkat detail teknis dan cara penyampaian yang berbeda. Menerapkan pendekatan Theory of Change memastikan bahwa upaya komunikasi selaras dengan hasil yang diharapkan, baik saat menyasar pembuat kebijakan, pelaku bisnis, maupun masyarakat umum.

Kita perlu mengoptimalkan media sosial dalam advokasi publik

Media sosial merupakan alat yang ampuh untuk meningkatkan kesadaran dan menggalang dukungan, terutama di kalangan audiens muda dan urban. Namun, agar keterlibatan lebih bermakna, konten harus disesuaikan secara lokal—seperti menggunakan bahasa setempat dan narasi yang relevan dengan budaya.

Mengatasi keterbatasan kelembagaan dalam komunikasi

Banyak lembaga riset tidak memiliki tim atau anggaran khusus untuk komunikasi, sehingga upaya menjangkau publik menjadi tantangan. Salah satu solusi adalah membuat akun media sosial berbasis topik, memungkinkan institusi berinteraksi dengan masyarakat tanpa membebani tim internal.

Kebutuhan peningkatan kapasitas untuk komunikasi yang efektif

Para peneliti dan advokat kebijakan sering kesulitan menyajikan temuan mereka dengan cara yang menarik. Pelatihan teknik strategic storytelling—seperti struktur ABT (And, But, Therefore) dan piramida audiens—dapat membantu mengubah riset yang kompleks menjadi narasi yang lebih mudah dipahami dan beresonansi dengan publik.

Temuan dari riset kami untuk menyusun strategi komunikasi

Studi kami (2021) tentang masyarakat urban Indonesia berusia 15–39 tahun mengungkap kesenjangan penting dalam kesadaran dan kepedulian terhadap energi terbarukan.

Hanya sedikit responden yang mengetahui energi terbarukan atau memahami kelangkaan jangka panjang bahan bakar fosil

Riset kami mengungkap realitas yang mengejutkan—energi terbarukan masih menjadi konsep yang asing bagi banyak orang. Hanya sedikit responden yang pernah mendengarnya, apalagi memahami kelangkaan bahan bakar fosil dalam jangka panjang. Sementara diskusi global tentang perubahan iklim dan ketahanan energi semakin intensif, isu-isu ini belum benar-benar beresonansi dengan publik. Sebagian besar responden tidak terlalu khawatir tentang ketersediaan energi, menganggap krisis listrik atau lingkungan sebagai masalah yang masih jauh, bukan tantangan mendesak yang membutuhkan tindakan segera.
Isu iklim dan ketahanan energi belum menjadi perhatian utama bagi mayoritas responden

Kurangnya kepedulian ini berasal dari kombinasi kesalahpahaman dan keterikatan emosional yang lemah. Banyak responden menganggap ketahanan energi sebagai sesuatu yang sudah terjamin, tanpa menyadari risiko besar akibat ketergantungan berlebihan pada bahan bakar fosil. Tanpa rasa urgensi yang jelas, emosi publik tetap netral, sehingga sulit membangun momentum untuk aksi kolektif. Penelitian menunjukkan bahwa agar masyarakat tergerak terhadap suatu isu, mereka tidak cukup hanya memiliki kesadaran pasif—mereka perlu merasakan frustrasi atau kemarahan yang mendorong mereka untuk bertindak.

Sebagian responden salah kaprah percaya tenaga air dan surya sudah menjadi sumber energi utama

Banyak responden tidak sepenuhnya menyadari sumber energi yang umum digunakan untuk pembangkit listrik di Indonesia. Sebagian besar keliru mengira bahwa listrik yang mereka gunakan sehari-hari berasal dari sumber energi berkelanjutan seperti tenaga surya, angin, dan air.
Kesalahpahaman ini kemungkinan besar berasal dari persepsi bahwa Indonesia, sebagai negara kaya sumber daya, secara alami memanfaatkan kekayaan alamnya untuk produksi energi. Namun, pada kenyataannya, sebagian besar listrik di Indonesia masih bergantung pada bahan bakar fosil, terutama batu bara.

Membingkai ulang narasi tentang energi terbarukan penting untuk menjembatani kesenjangan ini

Alih-alih hanya dipresentasikan sebagai solusi lingkungan, energi terbarukan perlu diposisikan sebagai jawaban atas tantangan sehari-hari yang paling diperhatikan masyarakat. Di negara dengan ketimpangan ekonomi dan keamanan finansial yang masih menjadi isu utama, energi terbarukan dapat dikaitkan dengan penciptaan lapangan kerja, pengurangan pengeluaran rumah tangga, dan ketahanan ekonomi.

Tenaga surya dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan energi terbarukan

Berbeda dengan diskusi kebijakan yang abstrak, panel surya memberikan representasi nyata dan terlihat tentang bagaimana energi terbarukan dapat berdampak langsung pada komunitas. Dengan menekankan manfaat praktisnya, tenaga surya dapat menjadi gerbang untuk meningkatkan minat dan dukungan publik terhadap transisi energi.

Untuk mengakses laporan lengkap riset kami, kunjungi tautan ini.

Sekarang giliran Anda untuk mengubah riset menjadi dampak nyata

Bagi organisasi yang bekerja untuk perubahan sosial, berinteraksi dengan pembuat kebijakan saja tidak cukup. Untuk menciptakan dampak nyata, riset harus dikomunikasikan secara efektif kepada publik guna membangun dukungan dan mendorong aksi yang lebih luas. Menerjemahkan data yang kompleks ke dalam narasi yang menarik bukan lagi pilihan—ini adalah keharusan.

Di C4C, kami menjembatani riset mendalam dengan pesan yang berdampak. Dengan pendekatan berbasis data, kami memastikan bahwa temuan riset tidak hanya dipahami, tetapi juga mampu mendorong keterlibatan yang bermakna dan perubahan kebijakan. Melalui strategic storytelling, advokasi digital, dan pendampingan kelembagaan, kami membantu organisasi mengubah pengetahuan menjadi aksi nyata.

Jika Anda siap memperkuat pesan dan mengubah riset menjadi dampak di dunia nyata, mari mulai percakapan hari ini. Hubungi kami dan ambil langkah berikutnya menuju perubahan yang berarti.
Dalami risetnya, sebarkan pesannya
Jika Anda tertarik untuk membaca penelitian ini secara lebih dalam dan ingin mendapat panduan mendetail untuk meramu pesan, silakan isi form di bawah.
Kontak
Punya pertanyaan atau masukan tentang artikel ini, penelitian, atau panduan membuat pesan?
Hubungi kami di
Communication for Change
Beltway Office Park B501
Jalan TB Simatupang 41
Jakarta 12550
WhatsApp: +62 -89-666-666-727
Email: panduan@communicationforchange.id