Untuk menjadikan keterlibatan publik sebagai pendorong kuat dalam transisi energi terbarukan di Indonesia, C4C bermitra dengan Tara untuk memperkuat keterampilan komunikasi dan advokasi organisasi-organisasi kunci. Kolaborasi ini berfokus pada tiga aspek utama: pelatihan, pendampingan kelembagaan, dan riset.
Sesi pelatihan untuk membangun keterampilan komunikasi strategisKeterlibatan publik yang efektif tidak sekadar menyebarkan informasi—tetapi juga membutuhkan storytelling yang kuat, pesan yang persuasif, dan penyampaian yang berdampak. Kami membantu mitra Tara mengasah keterampilan komunikasi mereka melalui serangkaian sesi pelatihan:
- Kampanye Digital untuk Mendorong Perubahan Sosial
Para peserta belajar merancang kampanye digital yang strategis dan kreatif agar selaras dengan publik, membantu meningkatkan kesadaran, serta menggalang dukungan untuk energi terbarukan.
Kami mendampingi peserta dalam merancang narasi yang kuat untuk menyoroti dampak nyata dari pekerjaan mereka, sehingga pesan yang disampaikan tidak hanya informatif, tetapi juga menginspirasi aksi kolektif.
- Presentasi yang Berdampak
Dari pembuat kebijakan hingga masyarakat, komunikasi yang efektif bergantung pada cara penyampaian. Kami melatih peserta agar dapat menyampaikan pesan dengan jelas, percaya diri, dan penuh strategi.
Memperkuat komunikasi OMS melalui pendampingan kelembagaanUntuk menciptakan dampak yang berkelanjutan, komunikasi kelembagaan yang kuat sama pentingnya dengan keterampilan individu. Kami bekerja sama secara intensif dengan dua mitra utama Tara—IESR (Institute for Essential Services Reform) dan CPI (Climate Policy Initiative)—untuk meningkatkan strategi komunikasi mereka melalui:
- Audit terhadap aktivitas komunikasi yang sudah berjalan untuk mengidentifikasi kekuatan serta area yang perlu diperbaiki.
- Rekomendasi untuk menyempurnakan pesan, strategi jangkauan, dan taktik keterlibatan.
- Sesi konsultasi dan pendampingan untuk memberikan dukungan berkelanjutan dalam menerapkan perbaikan yang direkomendasikan.
Memahami persepsi publik melalui riset baselineStrategi komunikasi yang kuat harus berbasis data. Untuk memastikan mitra Tara dapat menjangkau audiens yang tepat dengan pesan yang relevan, kami melakukan studi metode campuran untuk mengeksplorasi bagaimana masyarakat urban Indonesia berusia 15–39 tahun memandang energi terbarukan. Temuan ini menjadi dasar dalam merancang strategi komunikasi berbasis data, sehingga pesan yang disampaikan selaras dengan sikap dan motivasi publik.